PBTY Sedot 200 Ribu Pengunjung



Jogja Net - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XV resmi ditutup pada Sabtu (08/02). Event yang digelar sejak Minggu (02/02) itu disebut mampu menyedot 200 ribu pengunjung. 

Ketua I PBTY XV, Muwardi Gunawan berkata pelaksanaan PBTY XV ini dikunjungi oleh lebih kurang 200 ribu pengunjung. Diikuti oleh 11 peserta karnaval dengan peserta 1060 orang, serta dimeriahkan oleh 140 stand kuliner. 

“Adapun omzet per hari setiap stand yang berpartisipasi adalah 10-20 juta rupiah. Perputaran ekonomi selama seminggu pelaksanaan PBTY adalah sebesar 25 milyar,” jelas Muwardi. 

Muwardi berharap agenda PBTY ini nantinya dapat masuk ke dalam 101 event unggulan pariwisata Indonesia. Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para pihak yang mendukung kelancaran acara. 

“Termasuk kepada Pemda DIY yang senantiasa memberikan dukungan. PBTY juga telah terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar baik untuk hiburan maupun pengenalan budaya,” katanya. 

Penutupan dilakukan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Panggung Utama Kampung Ketandan, Malioboro, lokasi pusat pelaksanaan PBTY.  

Gubernur DIY menuturkan PBTY XV merupakan bukti budaya dapat berakulturasi. Pemaknaan shio tikus logam pada tahun 2020 ini memiliki arti merekatkan persaudaraan dan juga harapan. 

Sultan mengatakan bahwa unsur makrokosmos seharusnya dapat menjadi penuntun mikrokosmos dalam menjalani kehidupan. Sebagai perumpamaan, tikus mungkin serupa dengan kancil yang selalu menemukan solusi yang cerdik yang tidak dapat dilakukan dengan cara biasa. 

“Hal tersebut tercermin pada PBTY yang juga menuntun, menjauhkan gap sosial, isolasi diri yang dapat menciptakan adanya disintegrasi sosial. Sebaliknya, agenda ini dapat menjadi media instrospeksi diri, kiranya cukup mengantarkan identias kemajemukan budaya dimana Tionghoa menjadi salah satu unsur pembentuknya,” ucap Raja Keraton Yogyakarta itu.


Tags :

bm
Created by: jogjanet

Post a comment