Seto Resmi Tukangi PSIM, Berharap Berjumpa PSS di Liga 1


Yogyakarta – PSIM Yogyakarta memastikan Seto Nurdiyantara menjadi pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2020. Seto, pelatih eks PSS Sleman tersebut diharapkan bisa memberikan prestasi yang lebih baik dari musim lalu.

Chief Executive Officer (CEO) PSIM Bambang Susanto mengatakan ia bersama jajaran pengurus termasuk pembina tim yakni Haryadi Suyuti melakukan pertemuan dengan Seto Nurdiyantara pada Selasa 28 Januari 2020 malam. Itu merupakan tindaklanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya bersama manajemen.

“Kami saling sharing dan memberikan visi misi apa yang akan kami lakukan ke depan. Kami sadar Mas Seto ini aset Daerah Istimewa Yogyakarta. Paling tidak PSIM menyelamatkan aset putra daerah supaya Seto tidak ke mana-mana,” katanya saat konferensi pers di Wisma PSIM pada Rabu 29 Januari 2020 siang.

Bambang juga mengatakan kedatangan Seto di Laskar Mataramini juga diharapkan bisa menjembatani tim sepak bola yang sama-sama dari DIY yakni PSS Sleman. Sebab menurutnya pribadi, antara PSIM dengan PSS mempunyai rivalitas yang dirasa tidak sehat selama ini.

“Kalau bisa ya sama-sama lah ke Liga 1, bertemu di sana dan bertanding dengan sportivitas,” kata Bambang.

Bambang menyebut Seto yang kini menjadi pelatih kepala timnya ini juga merupakan jalan Tuhan. Sebab setelah menyelesaikan kompetisi Liga 2 musim lalu, PSIM selama ini vakum tidak ada aktivitas. Karena membereskan segala urusan dan instropeksi setelah di laga terakhir tim musim lalu timbul kerusuhan di Stadion Mandala Krida. “Mungkin ini sudah jalan Tuhan, hingga dipertemukan dengan coach Seto,” katanya.

Seto Nurdiyantara sendiri setelah tak diperpanjang kontraknya bersama PSS di Liga 1, ia belum mendapatkan tim untuk dilatih. Ia pun langsung menyepakati kontrak yang ditawarkan oleh PSIM setelah dirasa cocok.

“Mungkin beliau-beliau pak Haryadi (Haryadi Syuti, pembina PSIM) dan pak Bambang merasa kasihan sama saya. Cah cilik disio-sio (anak kecil disia-siakan). Mungkin kasihan, saya tidak tahu pasti. Sampai saat ini saya tidak mempunyai pekerjaan sebagai pelatih, akhirnya ada kesepakatan dengan PSIM,” katanya.

Seto mengatakan pertimbangannya menerima tawaran dari PSIM ini yakni karena keluarga, baik istri dan anak yang memang tetap agar berada di Yogyakarta. Selain itu juga visi dan misi tim ini sama dengan dirinya, yaitu untuk menjadi tim yang berprestasi harus melalui suatu proses.

Seto mengatakan dirinya tak bisa menjamin PSIM musim ini bisa promosi ke kasta tertinggi Liga 1 atau bisa berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Ia menyebut hanya kerja keras tim yang bisa melakukannya.

“Saya tidak menjamin PSIM akan menjadi lebih bagus, saya tidak menjamin PSIM bisa masuk Liga 1. Tapi yang bisa menjamin kerja keras kami, itu yang mungkin akan menjamin PSIM akan lebih berprestasi. Selain itu juga perlu perjuangan yang keras,” ucapnya.(Mel)

 


Tags :

bm
Created by: jogjanet

Post a comment