Sarihusada Terus Upayakan Mutu Susu Sapi dari Peternak, Meningkat


JogjaNet - Danone melalui PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) menjalankan program Peningkatan Mutu Susu. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik agar dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. 

Karyanto Wibowo, Sustainable Director Danone Indonesia mengatakan program ini telah dilakukan selama dua puluh sembilan tahun dengan menggandeng praktisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan pola kemitraan. 

Kami berupaya untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan kepada peternak lokal mitra Sarihusada yang ada di Jogjakarta dan Jawa Tengah di mana kami beroperasi. Melalui upaya ini diharapkan susu hasil peternak lokal yang berkualitas tinggi dapat diserap oleh industri susu secara nasional serta dapat berkontribusi pada pengembangan usaha lokal pengolahan makanan dan minuman berbasis susu,” katanya pada Selasa (21/1). 

Program Peningkatan Mutu Susu berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal. Antara lain terbatasnya ketersediaan bibit sapi perah berkualitas, keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan, rendahnya minat generasi muda menjadi peternak. 

Masalah lain adalahterbatasnya pakan konsentrat yang berkualitas dengan harga terjangkau, kelangkaan sumber air hingga rendahnya pengetahuan peternak dalam menerapkan teknologi dalam memelihara sapi perah.Berbagai tantangan tersebut menghasilkan kualitas dan produktivitas susu yang tidak memadai. 

Head of Raw Material Ingredients C&PDanone Indonesia, Agus Budiyanto mengatakan salah satu keberhasilan program ini adalah melalui penerapan good farming practices dan good manufacturing practicesdi beberapa peternak binaan. 

“Sebagai hasilnya mereka kini dapat memproduksi susu segar dengan kualitas yang jauh lebih baik yaitu dengan trend angka kuman terus menurun dimana dalam tujuh tahun terakhir berada di bawah 1 juta cfu/ml,” kata dia. 

Angka kuman (TVC) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai suatu kualitas susu segar, karena ini akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Susu segar dengan angka kuman tinggi biasanya akan cenderung lebih mudah rusak/pecah sebelum diolah, yang akan mempengaruhi rasa produk yang dihasilkan.

Berbagai retailer dan pengusaha makanan dan minuman berbasis susu kini banyak yang membeli langsung susu segar di koperasi binaan Sarihusada karena memiliki angka kuman yang rendah, dan tingkat lemak yang tinggi. 

“Setiap hari peternak menyetor susu rata-rata 3800 liter di koperasi kami, dan jumlah itu selalu habis karena tingginya permintaan. Bahkan sering kami tidak dapat memenuhi pesanan dari pengusaha lokal,” kata Esti selaku manager persusuan KJUB Puspetasari yang merupakan salah satu koperasi binaan Sarihusada.

Sigit Bintara, dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta menambahkan bahwa program kemitraan ini sangat membantu memberikan ruang bagi akademisi dan keilmuan untuk diterapkan secara tepat guna di lapangan. 

“Bersama Sarihusada kami turun dan berinteraksi dan memberdayakan langsung total 1.128 peternak lokal di daerah (Yogyakarta, Klaten, dan Boyolali), Selain itu kegiatan ini juga melibatkan empat koperasi dan satu Merapi Project, serta memelihara 1500 susu laktasi dan 3203 sapi perah,” katanya.(ika)
 


Tags :

bm
Created by: jogjanet

Post a comment