Selama Nataru, Daop 6 Yogyakarta Tambah 5 Kereta


Yogyakarta - PT Kerera Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta saat ini telah mengalami peningkatan penumpang jelang masa libur natal dan tahun baru (nataru) 2020. Sebanyak 5 kereta api tambahan pun telah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang.

Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto mengatakan minggu ini telah terjadi peningkatan penumpang. Ia menyebut rata-rata sehari yang naik dari Daop baik itu kereta api lokal maupun jarak jauh mencapai 31 ribu. "Diperkirakan peningkatan ini akan terus terjadi," katanya di sela apel gelar pasukan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Kamis 19 Desember 2019. 

Eko menyebut untuk mengantipasi lonjakan penumpang sebanyak 5 kereta api tambahan siap dioperasikan selama libur nataru 2020 ini. 

Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 8 kereta tambahan. "Karena yang kemarin fakultatif, sekarang menjadi kereta api reguler," ucapnya.

Sementara, Direktur Operasi PT KAI Apriyono Wedi Chrisnanto mengatakan menghadapi libur Nataru ini pihaknya telah melakukan persiapan pengamanan. Petugas disiagakan mulai 19 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020 mendatang. 

"Untuk daerah-daerah rawan juga sudah ada penjagaannya. Baik itu dari peralatan, material, maupun tenaganya telah siap. Sistem pengamanan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Apriyono mengatakan salah satu kerawanan yang diwaspadainya yakni bencana alam. Ia mengungkapkan ada beberapa lokasi jalur kereta yang telah diidentifikasi perlunya kesigapan personel. 

"Ada satu lokasi rawan bencana berupa tanah longsor ada di Gombong, Jawa Tengah dan beberapa lokasi di Sumatera. Petugas kita sudah siap, pasti akan tertanggulangi," ucapnya.

Ia mengatakan dalam upaya menangani kerusakan rel atau jalur kereta api itu sudah ada tim yang disebut “flying gang”. Yakni tim reaksi cepat berjumlah tujuh orang. "Sudah ahli di bidangnya. Mereka memperbaiki rel kereta yang mengalami rusak berat," katanya.

Apriyono menjelaskan tim ini berbeda dengan petugas pemeriksa jalan (PPJ). PPJ secara tupoksi melakukan pemeriksaan kondisi rel dengan cara berjalan kaki.

Mereka memperbaiki kerusakan yang relatif ringan. Seperti baut kendor atau ada batu yang berada di rel, untuk disingkirkan. 

Apriyono juga menyebut sejak 1 Desember 2019 lalu, telah terjadi penambahan Kereta Api yang melewati jalur ganda. Yakni di Daop 5, 6, dan 7. "Artinya bisa menambah kapasitas lintas," ucapnya.(arm)

Tags :

bm
Created by: Kakikukram

Post a comment