Keisengan Sugeng Budidaya Lebah, Kini Kewalahan Penuhi Pasar


JogjaNet.ID - Bermula dari keisengannya budidaya koloni lebah, Sugeng Aprianto, warga Dusun Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul kini sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar. Bahkan meski dibantu juga oleh beberapa warga yang masuk dalam kelompok binaan pembudidaya. 

Sugeng, panggilan akrabnya sedang duduk bersantai berbincang dengan bersama anggota keluarganya di teras depan rumahnya pada Selasa 17 Desember 2019 siang. Tak ada aktivitas yang terlihat merepotkan saat jam menunjuk pukul 10.00 WIB. 

Saat didatangi oleh awak media, ia pun langsung keluar dari teras rumahnya. Menyambut dengan ramah sambil mempersilakan untuk masuk ke rumah. Selang beberapa saat, Sugeng kemudian menceritakan kisah perjalanannya sebagai pembudidaya lebah yang menghasilkan madu Klanceng ini. "Sekarang untuk memenuhi permintaan pasar masih kurang-kurang terus," katanya. 
  
Padahal ia mengatakan waktu awal membudidayakan sekitar 2015 silam, hanya sekedar iseng saja. Sugeng tak sengaja menemuan koloni lebah di pintu rumahnya yang terbuat dari bahan triplek. 

"Saya temukan koloni lebah madu di pintu rumah. Awalnya iseng-iseng, mengembangkan lebah madu Klanceng itu untuk konsumsi keluarga sendiri," katanya. 

Seiring waktu koloni lebahnya pun mulai berkembang. Atas permintaan warga sekitar tempat tinggalnya kemudian mulai dibudidayakan bersama kelompok. "Sekarang sudah ada sekitar 3.500 koloni lebah Klanceng. Dikembangkan bersama kelompok dan juga ada kelompok lain di desa tetangga," katanya. 

Budidayanya itu dilakukan di rumahnya dengan memakai ratusan kuali untuk rumah lebah. Sugeng menyebut untuk proses lamanya waktu panen tidak bisa diprediksi, tergantung kondisi lingkungan seperti bunga. "Biasanya sampai hampir penuh kuali itu, baru dipanen," katanya. 

Segeng mengatakan untuk hasilnya berupa madu Klanceng ini juga ada berbagai varian rasa. Yakni manis sedikit kecut dan manis pahit. "Harga satu liternya dari Rp500 ribu sampai 600 ribu. Kami tidak titipkan ke tempat lain, jadi kalau mau cari madu Klanceng langsung ke rumah sini," katanya.  

Berkat kegigihannya ini, dirinya pun mampu meraup jutaan rupiah setiap bulannya. Tak hanya perekonomian keluarga saja, hasil ini juga dinikmati oleh anggota kelompok budidaya yang lain. 

"Untuk budidayanya cukup mudah, karena makanan lebah ini sudah ada berupa nektar tanaman di sekitar rumah. Jadi kalau mau budidaya, bisa belajar dulu di sini sambil menyiapkan tanaman di sekitar rumah," ucapnya. 

Salah seorang pelanggan madu Klanceng, Yuwono, 35 tahun, warga Kecamatan Playen mengatakan lebih suka madu Klanceng rasa manis pahit. "Untuk stamina bagus. Selain itu juga untuk menjaga kesehatan. Saya konsumsi satu sendok setiap tiga hari sekali," paparnya.(rih) 

Tags :

bm
Created by: Kakikukram

Post a comment